Contoh Kasus Dari Macam" Konflik
Nama
: Dian Bastian
NIM : 18561004
Mata Kuliah : Manajemen Konflik
Dosen Pengampu : Dr. Hj. Jumira Warlizasusi, M.Pd
Hari/Tanggal : Kamis/15 Oktober 2020
Contoh-contoh kasus
dari macam-macam konflik:
1. Konflik
Interpersonal/Konflik antar Pribadi (2
Orang) : Contoh kasusnya ialah diinisialkan bahwasanya si A memiliki rasa
ketidaksukaan atas perlakuan B terhadapnya, yang ia anggap melampaui kewajaran.
Contoh kasus lainnya ialah, si A dan si
B memiliki pandangan yang berbeda dalam menanggapi suatu persoalan, si A setuju
dan sependapat dengan hal itu, sedangkan si B sebaliknya, sehingga jika tidak
diselesaikan dengan baik-baik dan saling menghargai pendapat yang berbeda
tersebut, maka akan terbentuklah suatu konflik yang melibatkan antara 2 orang
tersebut.
2. Konflik
Intrapersonal : Konflik yang
berasal dari dalam diri seseorang tersebut yang juga tidak mesti sama dimiliki
dalam diri orang lain (dari cara dalam memandang/memahami suatu permasalahan) :
Contoh kasusnya ialah, dalam memandang orang tunawisma, yakni ada orang yang
berpersepsi bahwasanya orang itu membutuhkan bantuan, memerlukan pemberian
orang lain untuk bertahan hidup, namun disisi lain ada juga orang yang berpersepsi
bahwasanya orang tunawisma itu ialah orang yang berekayasa tidak mampu dan
meminta-minta, ini menandakan perbedaan cara 2 orang tersebut dalam memandang
suatu persoalan,yang mana ini dapat menimbulkan konflik apabila diteruskan
bersitegangnya yang satu diantara yang lainnya menganggap anggapannya lah yang
benar.
3. Konflik
Perbedaan Budaya. Contohnya :
Kebudayaan dari setiap daerah kebanyakan itu berbeda-beda, tidak sama. Suku
Jawa memiliki budaya yang berbeda dengan budaya orang Sumatera Utara (Suku
Batak). Salah satu perbedaannya yakni ialah dari segi cara berkomunikasi,
dimana kedua suku ini memiliki perbedaan. Orang Jawa diidentikkan dengan
berkomunikasi dengan nada yang lembut, sedangkan orang Batak, banyak diidentikkan
dengan berkomunikasi dengan suara yang tinggi, hal inilah yang membangun
persepsi yang berbeda antar 2 suku ini, yang mereka yakini masing-masingnya
gaya berkomunikasinya ialah baik, namun dilain sisi, hal ini juga berpotensi
untuk menimbulkan konflik karena pandangan yang berbeda. Semisal asumsi yang
akan menimbulkan konflik yakni Orang jawa menganggap orang Batak Kasar, dan
orang Batak menganggap orang Jawa lemah.
4. Konflik
Agama : Konfik agama adalah yang
terjadi antara kelompok-kelompok yang memiliki agama yang berbeda. Sebagian
besar masyarakat menganggap agama sebagai tuntunan dan pedoman hidupnya yang
harus diikuti secara mutlak, sehingga apapun yang berbeda atau tidak sesuai
dengan agamanya akan dianggap masalah dan kemudian memicu terjadinya konflik.
Contohnya ialah perbedaan keyakinan pada kelompok Islam Sunni dan Syiah, Syiah
sangat membenci orang-orang yang menganut ajaran Islam Sunni, yang dianggapnya
salah dan keliru, sehingga kaum Syi’ah melakukan pembantaian besar-besaran
terhadap kelompok Islam Sunni di Irak, terutama pada ulama’-ulama’ Sunni,
mereka membantai dan menghabisi kaum Islam Sunni karena dianggapnya keliru
dalam memahami ajaran Islam, sejatinya merekalah yang keliru (Syi’ah)
5. Konflik
Benturan Kepentingan : Contohnya yakni
dari sisi seorang pejabat pemerintah, mereka diberi kewenangan dalam menduduki
suatu jabatan dalam menangani suatu bidang pekerjaan, namun didalam kondisi
ini, ia berada pada area yang berkaitan dengan kepentingan pribadinya sendiri,
sehingga hal ini akan berpotensi pada penyelewengan kewenangan atau bahkan
mengarah pada praktek korupsi. Contohnya, Misalnya korupsi yang menjerat Wali
Kota Madiun serta korupsi PT Tradha yang dikendalikan oleh Bupati Kebumen.
Keduanya dihukum berdasarkan Pasal 12 huruf I Undang-Undang Tindak Pidana
Korupsi yang mengatur tentang konflik kepentingan dalam pengadaan. Bahkan jika
melihat pola korupsi suap dan gratifikasi yang dilakukan oleh pejabat publik,
sebagian besar di antaranya berkaitan erat dengan dimensi konflik kepentingan.
6. Konflik
Rasial (Ras) : Contohnya
seringkali diketahui bahwasanya yang terjadi di Amerika yang terjadi perbedaan
mencolok antara orang kulit putih dan kulit hitam. Konflik antara ras kulit putih (kaukasia) dan ras
kulit hitam (negroid) menjadi bukti sejarah. Bahwa negeri paman sam pernah
menjadi cikal bakal munculnya sikap rasis. Hal ini dimulai saat abad ke-17
dimana dimana bangsa eropa berbondog bondong memasuki kawasan negeri paman sam
tersebut. Kedatangan bangsa eropa yang mayoritas berkulit putih juga dibarengi
kedatangan ras kulit hitam yang mereka bawa sebagai pekerja atau budak.
Sepanjang sejarah berlangsung, tradisi menjadikan ras kulit hitam sebagai budak
masih terus berjalan meskipun zaman telah berlalu. Hal ini kemudian,
menimbulkan pemberontakan ras kulit hitam, yang merasa didiskriminasi oleh ras
kulit putih. Konflik horizontal tersebut masih kerap terjadi hingga saat ini.
Namun, sejarah mulai berubah saat Barack Obama menjadi presiden pertama AS.
Dimana Ia merupakan orang kulit hitam pertama yang berhasil membangkitkan
kesadaran orang orang kulit putih dalam memandang kesamaan hak dan kewajiban
dalam kehidupan bernegara.
7. Konflik Antar Kelas
Contohnya :
-
Konflik Aceh
Konflik Aceh sendiri memiliki akar
sejarah yang panjang, akar permasalah konflik sangat berkaitan dengan hubungan
kekuasaan diantara pemerintah pusat dengan rakyat serta elit sosial yang berada
di Aceh. Konflik ini terjadi antara Pemerintah Negara Keatuan Republik
Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh, konflik ini merupakan
bentuk adanya ketidak sesuaian antara kenyataan yang diharapkan di berbagai
sektor, khususnya di bidang pembangunan yang berdampak kepaka kemiskinan,
pemerataan pendidikan, serta tingkat keselamatan masyarakat yang dianggap
rendah.
Gerakan Aceh Merdeka (GAM) didirikan
oleh seorang tokoh bernama Haan Datuk di Tiro pada tahun 1976, dengan membawa
propaganda anti Jawa. Berdirinya GAM adalah sebuah puncak dari rangkaian faktor
pendorong adanya konflik antara pemerintah pusat dengan konflik yang ada di
Aceh.
-
Konflik Papua
Akar permasalahan konflik Papua tak
jauh berbeda dengan konlflik Aceh, bila aceh memiliki GAM, Papua ada
Organisasi Papua Merdeka atau disingkat dengan OPM. OPM berdiri sejak tahun
1964, permulaan maneuver OPM terjadi pada tahun 1965 di Ransiski, Manokwari
pada saat Indonesia tengah dilandan krisis politik 1965 hingga 1966.
Secara
umum, kegiatan OPM ialah melakukan maneuver-manuver sporadis menyerang pos-pos
keamaanan, baik itu pos tentara ataupun pos polisi. Bukan itu saja, OPM juga
melakukan sabotase sarana vital dan strategis, contohnya yaitu menyerang
tambang Freeport, menyerang transmigran serta melakukan penghasutan massa.
Menurut
Esther Heidbuchel, konflik Papua terjadi dikarenakan adanya faktor seperti :
-
Pelanggaran
Hak Asasi Manusia.
-
Pengabaian
kebutuhan serta aspirasi masyarakat Asli Papua.
8. Konflik Keluarga : Banyak hal yang dapat menimbulkan konflik
dalam rumah tangga, namun salah satu contohnya disini yakni karena seorang
istri yang kurang pandai dalam mengurusi rumah, mengurusi anak dan perkara
lainnya. Dimana seorang suami seusai pulang bekerja, melihat rumah masih
berantakan dan tidak terurus, anak yang diabaikan oleh istrinya, itu kerap kali
terjadi pada kenyataan dalam rumah tangga, yang memicu terjadinya konflik yang
dapat berujung pada ketidakharmonisan dalam rumah tangga, atau bahkan pada
perceraian bahkan lebih buruknya lagi pada kekerasan dalam rumah tangga
besarnya.
Komentar
Posting Komentar